jadi, beberapa temen cowok saya sempat agak protes dengan postingan yang sebelumnya. they said, "ah, tulisan lo menguntungkan cewek doang nih." or "ngomong gampang, lakuinnya susah." and "coba dong tulis sesuatu yang kita harus tau tentang cewek, bisa gak?" well, sodara-sodara yang berbatang panjang atau pendek. i'll reveal this things that might be advantages for you to chasing those va-je-je(s).
denger ya, (kebanyakan) cewek tuh: - nyebelin. dicuekin gak mau, alesannya sebagai sosok lemah nan sensitif kami perlu dapet perhatian ekstra dari situ yang katanya suka atau sayang sama sini. tapiiiiiii, kalo lagi diperhatiin, kami sok-sok cuek dan gak peduli. well, padahal dalam hati kami nggak bosan tersenyum lebar sambil bilang "nah, gitu doooong!"
- demen bermain dengan pikiran sendiri. bukan karena nggak mau bertanya atau konfirmasi, tapi sangat menyenangkan kalau fakta yang terjadi nantinya sesuai dengan dugaan yang ada di otak kami. iya sih, kadang bikin asumsi bikin cewek jadi kesel sendiri, ah tapi itu sih udah risiko. nah, tugas situ adalah make it clear. kalau ada apa-apa tolong dibuat jelas, jangan ada yang tersurat atau tersirat sehingga menyebabkan sini malah bertanya-tanya.
- gengsiiiiii. umm, kalo perilaku ini sedikit masuk di akal. here's the thing, you're guy and i'm the girl. you'll text me first then we can talk. jangan heran kalau kami lebih mending stalking FB atau Twitter-nya situ dibanding disuruh nelpon atau sms duluan.
- loves to read between the line, but what's so obviously written ON the line, KAGAK dibaca aje doooooong. yes, you can call us dumb and laugh! abis gimana ya, kadang kami berusaha mencari jalan untuk nggak nerima kenyataan yang pait.
- kadang suka hidup di masa lalu. hehe, sifat dasar cewek yang kalo lagi berantem atau berdebat dikit bawaanya pengen ngomong "dulu yaa....", atau "waktu itu kamu...." atau "sejak itu..." atau "inget kan kamu pernah..." dan "kamu selaluuuu aja..." segala kata yang membentuk kalimat di masa lalu sering kami gunakan untuk membela diri atau meluapkan emosi. ngeselin emang! *hihi gak ngasih solusi*
- pake perasaan bukan logika. ya sudah lah ya booookk, yang ini mah emang udah jadi tabiat cewek. ngeliat mantan gebetan RT-RTan ama cewek laen di twitter aja bisa bikin hati rasanya disilet dan disiram aer garem. oke itu lebay, but yes, faktor penggunaan perasaan yang berlebihan bikin kami lebay ampun-ampunan. nggak percaya? nih ya, hampir semua cewek pernah berkhayal tampil se-stunning mungkin pas ketemu si mantan. kalo bisa adegannya lagi ngegandeng cowok super oke supaya tuh mantan nyesel seada-adanya udah mutusin kita. padahal mah ya, yang udah ya udahlaaaahhh... penting abis ngayalin begituan sementara kerjaannya masih sering ngecekin FB tuh mantan. well, perasaan bikin kami lebay.
yes, suka atau enggak, itulah kami. but then again, semua sifat yang nyebelin, ngeselin dan lebay itu tetep nggak membuat kalian (baca: cowok) mau pacaran ama cowok juga kan? mosok 'jeruk makan jeruk'? jadi intinya TERIMA AJEEEEEE!!! *senyum kemenangan*
ralat: karena satu dan lain hal, si teman sepertinya keberatan tweet-nya dipublikasi. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "nice boys go to heaven, bad boys go everywhere," begitu status seorang teman di twitter-nya. membaca itu saya sedikit ingat dengan teman lain yang pernah niat pengen jadi bad boy gara-gara selalu disakitin cewek. dia berdalih kalau bad boy itu enak, pacaran bisa gak pake hati dan dapet cewek pun gampang--secara kita yang cewek-cewek kan sering banget bilang "bad boys are attractive in many ways."
pffhhh, padahal beberapa hari yang lalu saya sampai pada kesimpulan apa yang harus dipunyai cowok supaya punya nilai lebih di mata cewek. - pertama, cowok itu musti humoris. iya dong, ngedate ama cowok serius yang nggak ada lucu-lucunya bikin hidup berasa makin susah. apalagi kalo tiap ketemu bawaannya ngeluh mulu. cuapeeekk deeeehh, situ kira sini tong sampah? oh, dan kita--para cewek--bukan juga konsultan psikologi yang bisa dicurhatin tiap ketemu. nggak usah terlalu serius karena kita butuh pun kamu buat berbagi tawa, melepas penat dan merasa nyaman. percaya deh, muke ancur asal bikin terus ketawa aja bisa laku apalagi muke ngepas dengan selera humor oke? sold out ciyn!
- pinter. oke, kita anggap pinter itu relatif tapi ya boookk sebagai cowok, mbok ya jangan terlalu oon juga. kita nih butuh situ sebagai tempat bersandar, tempat bertanya teka-teki hidup *anjrit bahasanya!* dan tempat pertimbangan saat ada di antara pilihan. jadi kalo situ nggak ngerti apa-apa, mana bisa diandelin? jangan males baca, daaaaan jangan juga sok tau karena it's total turn off.
- be a gentleman. ngerti kan? kalau jalan, selalu ada di sebelah kanannya. anterin kalo pulang. suruh ngabarin kalo udah sampe rumah. temenin kalo dia makan sendirian. jagain kalo dia sakit, at least cuma ngontrol via telpon. you know, it's lil' things for you but mean a lot to us.
nggak butuh modal mahal dan banyak kok. cuma tiga itu aja dan nggak perlu susah-susah jadi sok bad boy segala. listen, we love bad boys just for have fun but we need you the most as a man, brother and husband forEVER. ngerti? so let's forget this pengen-jadi-bad-boy thingy!
This is the 'how to' if Jason Mraz lyric, "lucky i'm in love with my bestfriend" doesn't fit you. This is the 'how to' if you don't want to fall in love with your bestfriend, hehe.
Ada karena biasa Percaya deh, some sparkling—akan—ada karena kalian terbiasa sama-sama. Meski kalian bersahabat dari zaman masih putih abu-abu sekali pun, frekuensi kontak dan pertemuan yang makin intens rawan menimbulkan rasa 'lain'. So, hindari pertemuan dan kontak yang berlebihan. Nggak perlu sehari sekali bertukar kabar, lagian berita nge-hits di kehidupanmu nggak terjadi tiap hari, kan? Best(girl)friend C'moooon, hidupmu nggak melulu bergantung ke dia kan sampai kamu nggak punya sahabat lain untuk berbagi cerita? Oh, atau kamu memang sengaja menjadikan dia si the one? Kalau nggak, ayo cari teman cewek yang lebih mampu menampung keluh-kesah tanpa harus mengkhawatirkan akan adanya perasaan lebih sebagai 'efek samping'. Tergantung dan bergantung Listen, he's not a psychologist master or expert mentor, he's just your bestfriend. Jadi, nggak semua keputusan bahkan sampai tip dan trik pilih cowok, dia pun harus terlibat. Posisinya sebagai sahabat hanya sebagai orang yang memberi pendapat tentang sesuatu, bukan justru sebagai bahan pertimbangan yang sangat memengaruhi segala keputusanmu. Dan tetap saja, untuk membuat keputusan baik hal besar atau kecil kamu perlu second, third, or fourth opinion. Nggak bisa atau nggak mau? Mari bahas dengan bahasa Indonesia. Nggak bisa berarti mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu tapi melampai kemampuan yang ada dari dalam. Misalnya lumpuh, hingga nggak bisa jalan. Sedangkan nggak mau berarti keadaan di mana sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya malas hingga nggak mau jalan. See? Dua perbedaan besar dalam arti ini harusnya bisa menjawab pertanyaan apakah kamu nggak mau atau nggak bisa menjaga batas persahabatan. Dan keluhan seperti, “Sumpah, gue nggak bisa kalau nggak cerita ke dia,” pun menemukan titik terang. Jadi, nggak bisa atau nggak mau? Kesalahan intrepretasi Gini, siapa pun cowok yang jalan atau berteman denganmu mempunyai rasa khawatir bahkan simpati yang sama. Mereka mengkhawatirkan teman cewek yang menangis tersedu-sedu ketika putus cinta atau saat kamu harus pulang sendirian di malam hari. Jadi, kalimat “nanti kalau sudah di rumah kabarin yah,” atau “Udah baik-baik aja kan? masih mau ditemenin?” jangan disalah artikan. They just being kind and want to help you, that's it. Last, make it clear Nggak jarang persahabatan kalian ada di garis abu-abu. Di mana hubungan rasanya selevel di atas sahabat tapi setingkat di bawah pacar, nah lho? Kalau sudah gini, konfrontasi terhadap perasaan ada baiknya dilakukan. Pertama sih, kamu harus tahu apa maumu baru setelah itu kamu memperjelas apa yang terjadi dengan persahabatan kalian. Nggak perlu gengsi untuk memulai karena sebenarnya dia pun mempertanyakan hal yang sama. Dan masalah persahabatan ini bakal dibawa kemana atau justru diam di tempat (baca: tetap bersahabat) terletak di niat baik kamu untuk mencari tahu ada apa yang terjadi. Dengan begitu semua jelas dan tujuan selanjutnya ditentukan pada keputusan bersama. Ingat, dalam hal ini hanya ada dua warna, hitam dan putih. So, there's no grey area!
*for SPICE! March edition.
actually i don't know how to start.
gini, saya sangat percaya sifat dasar manusia itu baik. kita dilahirkan nggak dengan sifat pemarah, pelit, su'udzon, pundung-an atau nyinyir. dulu, saya nggak mengerti kenapa ada orang yang begitu jahatnya bisa menyakiti orang lain. tapi kini, asumsi saya bahwa semua sifat jelek itu adalah pengaruh lingkungan yang membentuk karakter diri hingga jadi seperti sekarang. tapi saya nggak menyalahkan lingkungan lantaran setiap manusia punya kuasa terhadap diri sendiri apakah dia akan membiarkan dirinya dipengaruhi atau tidak.
nggak jarang juga saya terheran-heran dengan kelakuan beberapa orang yang dengan begitu jahatnya menyakiti orang lain secara sengaja atau tidak. contoh, si oknum 1 yang dengan sengaja mengintimidasi si 2 lantaran deket sama si 3. apapun yang dilakukan si 1 agar si 2 merasa tertekan dan tersiksa. laen lagi si 4 yang nggak bisa ngelepas 5 padahal jelas-jelas udah pacaran dengan 6. and not to mention si 4 pun sudah pacaran dengan si 7. secara logika yang dilakukan orang-orang ini jahat, karena berusaha berbagai cara (dengan sadar atau tidak) untuk menyakiti lawannya. dan saya berpikir yang hal yang sama..... at least until i learnt something in a hard way.
ketika saya melihat kembali ke diri sendiri, am not better than they are. i made mistakes, a lot mistakes and a huge one. tapi yang saya pelajari adalah ketika kita diposisikan sama dengan orang-orang lain yang melakukan kesalahan (yang kita bilang) besar dan parah, saya belajar bahwa apa yang mereka hadapi, jalani dan lewati adalah bukan sesuatu yang kadang mereka kehendaki. mereka nggak ingin menyakiti, mereka nggak ingin memperburuk keadaan, mereka berusaha melakukan yang terbaik yang mereka bisa. walaupun kadang, everything's got worse.
saya nggak ingin menyakiti siapa pun, 'cause--swear God--i don't wan't to get hurt. apa yang terjadi kadang di luar kuasa saya. meski begitu, semua adalah sepenuhnya kesalahan saya, saya yang tidak mampu membedakan NGGAK BISA dan NGGAK MAU. saya yang membiarkan masalah satu demi satu terjadi. dan untuk itu saya bertanggung jawab.
namun tolong, jangan hakimi saya dan juga mereka karena saat ini sepenuhnya saya mengerti bahwa nggak ada seorang pun yang mempunyai kendali atas apa akan yang terjadi kecuali Tuhan, dan kesalahan saya adalah tidak mampu mengendalikan diri sendiri. maaf, dan kalau boleh, mari jadikan ini pelajaran dan sesuatu yang mungkin--baiknya--kita sebut... MASA LALU.
xoxo 9-02-10 :-)
well, if being together means everything will fall apart, then so be it. it'll be hard, but we'll figure it out, even if that means starting over.
every family had their issues. each one of us had our past.
please, stay who you are. don't let this city, those people, change you. don't let them beat you down. for me, you are just beautiful.
your true colors, the reason why i heart you so.
Enaknya pulang cepet adalah bisa ketemu si ayah--kalo maleman dikit dia udah tidur atau hanya nunggu saya pulang lalu... tidur--dan berdebat panjang lebar tentang banyak hal. kali ini soal kerjaan. awalnya dia bilang "Kak, si Astri lagi tes pegawai negri tuh. enak kan kerjanya nggak berat, gak masuk kantor juga gak apa-apa trus dapet macem-macem lagi". dari awalnya aja saya sudah nggak setuju. no, bukan soal pegawai negerinya. tapi pemikiran banyak orang yang berlomba-lomba jadi pegawai negeri demi tunjangan berlimpah. mau enak tanpa susah. oke, oke, saya akui, kita memang perlu materi, misalnya gaji gede, tunjangan macem-macem ampe gak keitung apaan aja. tapi yang sering dilupain adalah eksistensi kita dalam bekerja. maksudnya gini, ketika kita bekerja, tentu bukan cuma materi yang dicari, tapi juga pengalaman dan ilmu. dengan begitu kita bisa jadi pribadi yang dinamis, nggak monoton dan kolot. Pernah nonton Grey’s Anatomy? Kalau iya, kita pasti bisa lihat bagaimana co-ass dan dokter di sana nggak rela cuma duduk di UGD. Karena dengan begitu mereka merasa potensi, kemampuan dan kelebihan mereka berasa nggak berguna dan berharga. They’re craving for patients, cases, rare cases. Malah ada adegan di mana 2 co-ass berebut mendapatkan bedah 18 jam dan rela menggunakan pampers supaya nggak perlu meninggalkan ruang operasi. Intinya, mental mereka mau kerja! They’ll do anything for the job. Beda sama kita di sini. Dikasih kerjaan susah dikit, ngeluh. Dikasih kerjaan banyak, langsung oper ke bawahan. Tanpa punya pikiran dengan kerjaan susah kita jadi lebih pintar, lebih canggih, lebih tahu dari orang yang kerjaannya gampang tentunya dan lebih bisa diandalkan. Tanpa berpikir dengan kerjaan banyak kita bisa lebih cekatan dan disiplin dari orang lain. Jujur aja, mental ‘lembek’ gini masih ada di diri saya. Saya masih suka mengeluh, mempertanyakan load pekerjaan, dan embel-embel lain. Dan bodohnya, dengan mental yang kayak gini kita masih nuntut perusahaan membayar lebih atau kenaikan jabatan. Parahnya lagi kita juga suka berkoar kemana-mana dengan isu underpaid oleh perusahaan sendiri. Dan saya pernah bilang ke diri sendiri “lah kalau elo memang merasa harus digaji lebih gede tunjukin dong kalau ada perusahaan lain yang mau meng-hire dan membayar elo lebih dengan kemampuan dan mental yang kayak sekarang ini. Kalau gak bisa, face it aja mungkin harga elo memang cuma segitu.” Iya dong, ibarat beli mangga dengan harga mahal, tapi isinya sedikit. Belom lagi kalau abangnya nipu timbangan—seperti kita suka melebih-lebihkan sesuatu di CV—mana ada yang mau beli tuh mangga. Malu benar saya ini! Akhir-akhir ini saya jadi sering berpikir dan introspeksi, gimana caranya bisa jadi ‘berharga’ dan dipertahankan perusahaan sendiri. Malah kalau bisa diincer perusahaan lain (baca: dibajak)? Itu makanya saya mau nulis buku, mau ng-MC sana-sini dengan ucapan terima kasih sebagai bayaran, mau nerima kerjaan tambahan seabrek-abrek. Saya mau mulai dari bawah, belajar apa saja dan menolak jadi orang yang sok punya potensi tapi ternyata isinya nol. Dan tentu saja saya juga menolak tawaran si Ayah supaya jadi pegawai negeri yang kerjaannya gampang, bisa pulang cepet tapi gaji selalu penuh, dan kerjaannya maen game facebook tapi dapet fasilitas dan tunjangan pensiun. Bah, sebagai rakyat yang bayar pajak buat gaji PNS, males banget nyisihin duit buat orang yang leha-leha gitu. Well, actually saya nggak mau jadi orang mental tempe. Bekerja bukan melulu soal uang dan jabatan, tapi juga kredibilitas dan kemampuan. Kalau kita tipe yang ogah berkembang dan belajar, jangan nuntut ini-itu. Jadi aja sampah perusahaan yang kerjaannya sengaja dikasih sedikit, kebanyakan nganggur, suara nggak pernah didengar dan dianggap gak ada. Tapi kalau nggak mau, yuk introspeksi diri. Belajar jadi orang yang mau belajar banyak hal—mulai dari hal kecil aja, misalnya dari hobi atau yang ada hubungannya sama pekerjaan atau keahlian kita. Cari dan asah potensi lain yang membuat perusahaan rela bayar lebih demi mempertahankan kita atau bahkan jadi rebutan banyak perusahaan lain. Berhenti mengeluh tapi mulai kerja yang ‘benar’. Dan simpelnya aja, kalau nggak suka jangan dilakuin. Kalau nggak mau kerja, resign aja. Tapi kalau nggak punya pilihan, setidaknya jadilah manusia yang bertanggung jawab... dengan pekerjaan. *Cih! sinting, kesambet setan apa saya bisa mikir lurus kayak gini? Hehe, setidaknya kita sama-sama belajar kan yaaa... mudah-mudahan aja jadi manusia yang lebih baik.
Kata orang, kita bisa merasakan firasat kalau kita mau meninggal dan itu kenapa kita akan mengirimkan pertanda (yang disadari atau nggak) ke orang yang akan ditinggalkan. Anywaaaay...entah kenapa sering sekali saya merasa gusar dan gamang akhir-akhir ini. Saya juga didera rasa ketakutan yang menyiksa. i miss my parent a lot. Nggak pernah saya merasa begitu ketakutan dan merindu di waktu yang sama. This morning i just cried when i left my father at home, and when my mom called me from KL. Tiap hari saya buka mata, hati rasanya sempit dan sesak. Jantung juga berdebar kencang dan dihantui rasa was-was. Otak saya pun nggak bekerja sempurna. God, what is happening to me?
*ah, situ lagi sensitif ajah*
 | malaaass | Nov 10, '09 11:01 AM for everyone |
ada yang mau saya tulis. banyak yang ada di pikiran saya. tapi malaaaaaasss! padahal si Oprah bilang di majalah O magazine edisi terbaru. "The secret of the real happiness is sharing it." cuuuuussss!!
beberapa hari lalu ada memo internal yang sempet bikin geger *hehe, gak deng itu lebay* anak-anak di kantor. soal kita--karyawan--gak boleh lagi nulis status aneh-aneh apalagi yang ada kaitannya dengan brand. hal tersebut katanya supaya menghindari tuntutan dr pihak klien.
well, belakangan saya juga sempet mikir sih. semakin lama, hidup kita itu gak ada privasinya, iya gak sih. coba perhatiin, hampir semua status-status di jejaring sosial isinya curhatan. bahkan ada yang makian dan sindiran. bagi saya, ini mengidentifikasikan kalo kita sebagai manusia tuh caper. pengen aja gitu orang-orang tau apa yang kita rasain. pengen aja gitu orang laen komentar. nah tapi, sanking capernya, kita kadang lupa tuh kalo situs jejaring sosial gitu adalah ruang publik, bukan area pribadi semacam blog. it means semua orang berhak di dalamnya.
Hehe, maap. Udah sebulan gak mampir, tiba-tiba langsung nyolot. Punteun atuh yaaaaa... Jadi gini, saya itu punya kesulitan menghadang rasa malas. Kadang niat di hati udah lillahi ta’ala tapi ngejalaninnya tuh na’udzubillah susahnya. Meuni ka bina-bina teuing kalo kata orang sunda mah. Jadi nih, pemikiran dan uneg-uneg udah bejubel di otak. Malah, pas mpup udah merangkai kata sampai kalimat tapi ujung-ujungnya males juga buat nulis. Tapiiiiii, kemaren sempet buka-buka USB dan nemuin tulisan yang yaaa, nggak lama-lama banget juga. Tapi kayaknya seru juga kalo dibagi. "Hmm... malem-malem bikin nasi goreng cuma bermodal nasi, telor, sosis, mentega, garem dikit. Jadinya? Ya ala kadarnya tapi saya nikmati di depan komputer sambil ‘menggagahi’ tuts keyboard. Hahaha, jangan mengerenyit dengan bahasa saya tadi, kadang dalam beberapa tulisan dalam konteks pekerjaan, saya memang suka menggunakan bahasa atau pengandaian yang rada anonoh. Jadi mohon dimaklumi. Anyway, siang tadi di tengah jadwal deadline yang makin mengetat dan editan (bahkan re-write) sana-sini, saya masih sempat nonton serial Gossip Girl. Well, dari dulu saya memang penggemar serial TV bule yang kalau kata teman saya, “lu tau gak? TV series itu di sono mah sama aja kayak sinetron.” Tapi bodo amat lah, toh serial TV bule masih beberapa tingkat lebih tinggi levelnya dibanding sinetron di sini yang kalo pemeran utamanya mati, eh tiba-tiba ada kembarannya yang masih hidup, (si Marvel, si Nabila sampe sinetronnya Manohara jalan ceritanya persis begini). Well, i know, even am not living that Manhatthan life just like Gossip Girl, am definetly not a doctor like those people on Grey’s Anatomy and am not yet a housewive just like Teri Hatcher and Eva Longoria on The Desperate Housewives, BUT just by watching them living a life on those series has made me clear that no one can live a life just like what they want or expect. Iiih, muter-muter, padahal saya tuh mau ngomongin ini; Sebenarnya ada dua kata yang belakangan saya pikirkan perbedaan dan persamaannya. Usaha dan maksa. “Manusia berUSAHA tapi Tuhan yang berkehendak”, itu namanya maksa gak? Atau “Kadang biar skripsi selesai kita kudu MAKSAin”, nah kalau ini termasuk usaha gak? Kadang yang bikin saya bingung, eksekusi antara usaha dan maksa itu sama persis. Misal, kalo pacaran, cowok suka warna hijau dan cewek suka warna putih. End up-nya baju garis-garis putih hujau yang bakal sering dipake si cewek atau si cowok kalau ketemuan. Dan menurut saya, itu maksa karena mereka gak punya warna kesukaan yang sama dan usaha to make things work. Iya gak sih? Jadi maksa sama usaha sama dong? Gak tau juga sih, setau saya maksa itu negatif dan usaha itu positif. Nah, itu yang membuat orang lebih menggunakan kata ‘usaha’ untuk memaksakan sesuatu. Kalo nggak percaya, tes aja sendiri. Pas janjian sama temen yang waktunya bentrok, kadang kita suka bilang “ya udah, gue usahain dateng deh.” Padahal kita ‘sedang’ memaksa untuk datang padahal kita tau waktunya bentrok. Dalam hubungan, saya sendiri tengah ‘figuring’ makna serta arti antara maksa dan usaha. Tiga tahun pacaran, nggak mungkin kami atau saya nggak maksa untuk make this work. While “kita nggak usah maksain” sentence is a must-obey-rule in our relationship. Tapi ada sedikit titik cerah belakangan ini. Mungkin USAHA adalah ketika kita punya keinginan dan tujuan yang SAMA tapi menuju ke sana (baca: tujuan dan keinginan) jalannya agak sulit, so we have to try to make it happen. Sedangkan maksa, dua keinginan yang berbeda (misal: saya mau, kamu enggak) harus dijadikan sama. Pilihannya, antara saya jadi ‘enggak’ atau kamu yang jadi ‘mau’. Okay, you must wondered why am i so much complicated on this thing. Pertama, saya pengen membuktikan kalau sesuatu bisa terjadi karena kita mau usaha, bukan karena maksa. Dan antara usaha dan maksa, punya makna yang berbeda. Jadi ketika kita berselisih paham, stop saying that “kita nggak usah maksain” because we are not! If we had same vision on things, THEN WE ARE JUST TRYING TO MAKE IT HAPPEN."
cuma mau bilang:
"yeeeee, situ oke? cih, males!"
do just want you want, like always. don't think about anybody else, because you absolutely can live alone without me or others. viva loner and bravo ego!! yeaaaahh!!
it would be easy for me to be ignorant.
i can promise everyone everything and kept it like forever, but not for me. yes, i don't have power to take any promises for myself. because most of the time, i just broke it anyway. yeah, i think i just cannot hold on myself.
as time goes by, am thinking about those promises that i've made to myself. none of them changed me. so i need you to help me.
today, i'll make a promise and you'll be my witness if i ever break it.
starting today, i'll tell good things about people i don't like. i'll write it down on my blog twice a week with positive sentences and some reasons why i against 'em. hope it will decreasing my bitchiness to zero level. i'll also share some mistaken desicions i've made and concequences i earned from it. am sure it'll remind me of how far i am from perfection.
i've trying to be honest in everything i wrote. but, in this case, i'll try harder. fell free to drop your opinion. hope it can help in good the way.
but remember, not every questions need answers.
Back when I was a child, before life removed all the innocence My father would lift me high and dance with my mother and me and then Spin me around ‘til I fell asleep Then up the stairs he would carry me And I knew for sure I was loved If I could get another chance, another walk, another dance with him I’d play a song that would never, ever end How I’d love, love, love To dance with my father again When I and my mother would disagree To get my way, I would run from her to him He’d make me laugh just to comfort me Then finally make me do just what my mama said Later that night when I was asleep He left a dollar under my sheet Never dreamed that he would be gone from me If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him I’d play a song that would never, ever end ‘Cause I’d love, love, love To dance with my father again Sometimes I’d listen outside her door And I’d hear how my mother cried for him I pray for her even more than me I pray for her even more than me I know I’m praying for much too much But could you send back the only man she loved I know you don’t do it usually But dear Lord she’s dying To dance with my father again Every night I fall asleep and this is all I ever dream
Luther Vandross, Dance with my father again.
Some people said am too spoiled when am whining about the sun. They said, "kenapa sih lu, takut item kena matahari?" or "manja deh, kena matahari aja rewel."
First, i let you know kalo ketahanan kulit saya terhadap matahari gak seperti kebanyakan orang, normal. Kulit saya tergolong sangat cepet memproduksi melanin. Jadi cuma dalam waktu sekitar 10 menit, kulit--terutama muka--saya langsung memerah (kebakar). Nggak cuma itu, kulit bawah mata juga mulai perih. Kalo udah gini, kadang mengedipkan aja udah langsung berair tuh mata. Belum lagi kulit muka yang biasanya berasa panas. Dan setau saya, paparan sinar matahari bisa mempertinggi risiko kanker kulit. Ini dalam jangka panjang ya. Minimal 15-20 thn lagi. Apalagi dengan kedaan kulit yang melaminnya tinggi kayak saya. Padahal di umur 40an nanti saya masih pengen bareng sama anak2 dan suami, bukan terbaring di RS. Dharmais atau RS lainnya.
So, it is not for darker-skin-reason. But for a sake of my health.
Saya sadar banget daya tahan kulit sama matahari gak sempurna. Itu kenapa saya menghindari matahari untuk menjaga kesehatannya. Jadi, udah deeeeehhh bok, gak usah protes kalo gw benci matahari. Item sih gak apa-apa asal sehat, lah kalo item tapi ujung2nya kanker kulit? Ogaaahh amaaaattt!
 | baru! | Jun 23, '09 4:04 AM for everyone |
yeeeeeeyy! akhirnya, layout baru cing!
Saya yakin banget dalam hidup kita pernah ngerasa ditinggal. Entah apa konteksnya tapi intinya merasa ditinggalin aja. Pas lagi bengong, saya suka mikir "apa ya yang ada di pikiran orang yang meninggalkan orang lain". Kalo orang yang ditinggal kan jelas, sedih, questioning, bahkan gak terima. Tapi bagi orang yang ninggalin, pernah gak berpikir apa yang bakal terjadi sama orang yang dia tinggalin.
And then i found the answer myself.
I became ingnorant when i left my relationship (with a very very good friend of mine) behind. I didnt care anymore about her thought, her fell or her wants. Satu hal yang gue tahu, bestfriend never hurts bestfriend. She never let anyone joking about her bestfriend or never embarassed her bestfriend in front of anyone else. And the worst, bestfriend never treat her bestfriend like a clown that makes everyone laugh. But she did, and that was hurt.
Jadi, kalo masih ada yang nanya "duh, kok dia ninggalin gue ya?" atau "kok dia ga deket lagi ama gue?", just think about yourself and your attitudes. Do you treat anyone else right? Introspeksi deh nek!
P.S. The reason why i left her without saying anything, because what she did was really hurt me.
xoxo
v
aahh, udah lama banget rasanya saya nggak update blog ini. kalau pun nulis, pasti ada hubungannya dengan masalah percintaan. salahkan dia yang bikin saya makin melankolis akhir-akhir ini. hehe, kidding. sebenarnya saya sendiri nggak tau apa yang mau saya tulis, tapi memang beberapa minggu belakangan saya sempat mikirin nasib blog terlantar ini. ibarat anak, maybe this blog would be bocah dekil dengan ingus meler warna ijo kentel dan rambut awut-awutan (haha, kalau si dita baca ini pasti dia bakal mewek. FYI dia sensi banget ama isu child abuse). rencana awal sih pengen ngerubah layout menjadi sesuatu yang spektakuler tapi gak jadi lantaran ada yang protes soal headshot-nya yang terlalu vulgar. katanya bisa bikin orang yang liat miss-impressed. well, musti cari ide lagi buat layout baru. buat yang belom tahu (halah, macam penting aja), udah hampir tiga minggu ini saya gabung di salah satu fitness center. hasilnya berat badan malah naik cong! nggak ngerti gimana prosesnya tapi tiba-tiba berat badan yang tadinya 45 merangkak naek jadi 48. panik? pasti. malah saya sampe meragukan efektivitas workout yang saya jalanin tiap hari. iya, nggak salah denger, TIAP HARI! tapi yang sedikit melegakan hati, mamanya pacar sempet bilang "kalo fitness itu pertamanya memang naikin berat badan kok, tapi kelamaan turun." hmm... bener gak? baru liat trailer Melrose Place nih. no, bukan yang versi jadul, melainkan versi remake-nya. as TV-series-watcher, saya belum bisa 'ngebaca' serial ini. mudah-mudahan nggak se-lame 90210. oh, by the way, T.R Knight is quiting Grey's Anatomy. yes, he'd died on that scene. but Dr. Steven? nope. she's survived, and it means Katherine Heigl agreed to sign in another season of Grey's Anatomy. good news, but am still gonna miss Dr. George. haaahh, ternyata banyak banget yang pengen saya omongin tapi kayaknya nggak mungkin semua ditulis malem ini, bisa nggak tidur cong! but i promise, i'll catch up as soon as i can. see y'll xoxo viey
| |